Breaking
Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.

Anies Baswedan Ungkap Alasan Guru Tidak Akan Pernah Digantikan AI, Pendidikan Bukan Sekadar Teknologi

Joko

Author

calendar_today Mei 10, 2026
schedule 22:03

Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) semakin cepat mengubah cara manusia bekerja, belajar, dan berinteraksi. Dalam beberapa tahun terakhir, kecerdasan buatan mulai digunakan di berbagai bidang, termasuk dunia pendidikan. AI kini mampu membantu siswa mencari jawaban pelajaran, membuat rangkuman materi, bahkan menyusun tugas hanya dalam hitungan detik. Di tengah kemajuan tersebut, Anies Baswedan menegaskan bahwa secanggih apa pun teknologi berkembang, guru tetap memiliki peran yang tidak tergantikan dalam kehidupan manusia.

Menurut Anies Baswedan, AI memang menawarkan banyak kemudahan dalam proses pembelajaran. Teknologi dapat membantu mempercepat akses informasi dan membuat sistem pendidikan menjadi lebih efisien. Siswa kini bisa belajar dari mana saja melalui perangkat digital. Bahkan, berbagai platform pembelajaran berbasis AI mampu menyesuaikan materi sesuai kebutuhan masing-masing pengguna.

Meski begitu, Anies Baswedan menilai bahwa pendidikan bukan hanya soal kecerdasan akademik. Pendidikan adalah proses membentuk manusia yang memiliki karakter, empati, etika, dan tanggung jawab sosial. Nilai-nilai seperti itu tidak bisa diajarkan sepenuhnya oleh teknologi karena AI tidak memiliki hati nurani maupun pengalaman emosional seperti manusia.

Di era digital saat ini, banyak orang mulai khawatir profesi guru akan tergeser oleh kecerdasan buatan. Kekhawatiran tersebut muncul karena AI mampu memberikan jawaban lebih cepat dibanding metode pembelajaran konvensional. Beberapa sistem digital bahkan sudah dapat membuat evaluasi belajar otomatis dan membantu siswa memahami materi secara mandiri.

Namun, guru memiliki fungsi yang jauh lebih besar daripada sekadar menyampaikan pelajaran. Guru adalah pembimbing yang membantu siswa memahami kehidupan dan mengembangkan potensi diri. Kehadiran seorang guru sering kali menjadi sumber motivasi yang memengaruhi masa depan seorang anak. Hubungan emosional inilah yang tidak akan pernah dimiliki oleh teknologi.

Ketika siswa menghadapi kesulitan belajar, tekanan mental, atau masalah pribadi, mereka membutuhkan sosok yang mampu mendengarkan dan memberikan dukungan secara langsung. AI mungkin dapat memberikan solusi teknis, tetapi teknologi tidak dapat memahami perasaan manusia dengan tulus. Guru hadir dengan empati dan perhatian yang mampu membuat siswa merasa dihargai dan didukung.

Anies Baswedan juga mengingatkan bahwa guru di masa modern harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Metode pembelajaran yang monoton dan hanya berfokus pada hafalan perlahan akan ditinggalkan. Jika guru hanya menjadi penyampai informasi tanpa membangun interaksi yang bermakna, maka AI dapat mengambil peran tersebut dengan lebih cepat dan praktis.

Karena itu, guru perlu terus meningkatkan kreativitas dan kemampuan komunikasi agar pembelajaran menjadi lebih menarik serta relevan dengan kebutuhan generasi muda. Guru masa kini harus mampu menjadi inspirasi bagi siswa, bukan hanya sekadar pengajar di ruang kelas. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mampu membangun semangat belajar sekaligus membentuk karakter peserta didik.

Perkembangan AI sebenarnya dapat menjadi peluang besar jika dimanfaatkan secara bijak. Teknologi dapat membantu guru mengurangi pekerjaan administratif yang selama ini menyita banyak waktu. Dengan bantuan AI, guru dapat lebih fokus membimbing siswa secara langsung dan membangun hubungan emosional yang positif.

Selain itu, AI juga dapat mendukung proses belajar agar lebih interaktif dan efisien. Guru bisa menggunakan teknologi untuk membuat materi pembelajaran yang lebih kreatif dan mudah dipahami siswa. Dengan demikian, perpaduan antara teknologi dan sentuhan manusia dapat menciptakan sistem pendidikan yang lebih berkualitas.

Di sisi lain, perkembangan teknologi digital juga membawa tantangan besar bagi generasi muda. Anak-anak dan remaja kini hidup di tengah arus informasi yang sangat cepat melalui media sosial dan internet. Mereka dapat dengan mudah menerima berbagai pengaruh tanpa filter yang jelas. Jika tidak dibimbing dengan baik, kondisi tersebut dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku mereka secara negatif.

Dalam situasi seperti ini, peran guru menjadi semakin penting. Guru bukan hanya mengajarkan mata pelajaran sekolah, tetapi juga menanamkan nilai moral, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut sangat dibutuhkan agar generasi muda mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan arah dalam kehidupan.

Anies Baswedan percaya bahwa pendidikan yang terlalu bergantung pada teknologi berisiko mengurangi sisi kemanusiaan dalam proses belajar. Jika hubungan antara guru dan siswa hanya digantikan oleh sistem digital, maka pendidikan akan kehilangan esensi utamanya. Padahal, pendidikan sejati bukan hanya menciptakan manusia yang pintar secara akademik, tetapi juga manusia yang memiliki empati dan karakter kuat.

Banyak tokoh sukses di berbagai bidang mengakui bahwa keberhasilan mereka tidak lepas dari pengaruh guru yang pernah membimbing dan menginspirasi mereka. Nasihat sederhana dari seorang guru sering kali mampu membangkitkan semangat dan mengubah masa depan seseorang. Pengaruh seperti ini tidak mungkin diberikan oleh AI karena teknologi tidak memiliki pengalaman hidup dan rasa kepedulian manusia.

Karena itu, guru masa depan harus memiliki kemampuan yang seimbang antara penguasaan teknologi dan kecerdasan emosional. Guru perlu memahami perkembangan digital, tetapi tetap menjaga nilai kemanusiaan dalam proses pembelajaran. Kombinasi inilah yang akan menjadi fondasi penting bagi pendidikan modern.

Pandangan Anies Baswedan mengenai peran guru di era AI menjadi pengingat bahwa teknologi hanyalah alat bantu. Sementara itu, guru tetap menjadi sosok utama yang membentuk karakter dan masa depan generasi bangsa. Selama pendidikan masih membutuhkan empati, motivasi, dan keteladanan, maka guru akan selalu memiliki tempat yang tidak tergantikan dalam kehidupan manusia.

Related Articles

Artikel

DPW Gerakan Rakyat Kalteng Percepat Penyelesaian Berkas Kepengurusan dengan Aksi Jemput Bola di Katingan

Read more arrow_forward
Artikel

Mengungkap Peluang Besar yang Tak Terlihat: Panduan Persuasif Mengukur Dark Social untuk Meningkatkan Performa Digital Marketing 2026

Read more arrow_forward